Lubuk-pauh demikian desa itu biasa disebut sebuah desa dipinggiran sungai musi dengan tata ruang mengikuti DAS (daerah aliran sungai) musi yang berkelok-kelok dengan hamaparan pepohonan hijau dikiri kanannya. Sebuah panorama alam nan eksotis jika memandangnya dipagi dan sore hari dari pinggiran sungai sambil sesekali terdengar teriakan anak kecil yang berenang sambil bermain penuh keceriaan.
Ya desa itu sungguh manakjubkan bagaikan surga tersembunyi dibalik Lubuk Linggau selaku ibu kota kabupaten, tapi taukah kamu apa yang sesungguhnya terjadi dengan desa tersebut sebuah cerita miris yang akan menbelalakan mata bagi yang memandang dan merasakannya bagaimana cara bertahan hidup dari sebuah desa yang tertinggal dengan angka anak tak tamat SD, SMP dan SMA cukup tinggi sementara angka kelahiran juga sangat tinggi jika di lihat dari usia produktif perkapita dari 17-45 tahun sementara pernikahan usia dini juga sangat tinggi ditengah keterpurukan ekonomi desa yang melanda.
Desa yang menggerakan ekonomi warganya dari sektor pertanian seperti karet, kopi dan sawit ini juga sedikit dari sektor perdagangan ini memang sedikit terbelakang dari desa-desa lain yang berada dalam satu kecamatan BTS Ulu. Bagaimana tidak dengan penghasilan ratarata perkapita tiap bulan yang tidak menentu jika harus membeli barang-barang kebutuhan perkapita yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan akses jalan yang buruk hingga biaya kirim barang juga mahal hingga menyebabkan lonjakan harga barang produksi pabrikan melonjak tinggi.
Ditambah dengan rencana listrik masuk desa hanya tinggal wacana tanpa ujung, entah berakhir ditangan sang kepala desa, camat atau sang bupati yang seakan hanya mau menyapa warga pada saat pemilihan umum saja, janji tinggalah janji kenyataan dilapangan menunjukan sebaliknya.Akibat proyek yang tak berjalan dengan baik membuat warga harus membayar mahal harga BBM seperti bensin dan oli untuk penerangan dimalam hari dengan menggunakan jenset. padahal seperti yang hampir semua warga tau bahwa diskitaran desa Lubuk pauh, Palawe, Binjai, Pulau Panggung dan beberapa desa lainnya terdapat penyulingan minyak milik Pertamina.
Poin-poin seperti langit dan bumi yang cukup menpohok hati saya sebagai salah satu putra daerah yang dilahirkan disitu adalah akses jalan dari kota lubuk linggau ke proyek pertamina cukup bagus sementara akses jalan menuju desa-desa sekitar sangat buruk bahkan tak lebih bagus dari jalan kerbau apa pak Bupati Musi Rawas benar-benar tidak tahu atau sengaja menutup mata tentang itu. Satu aliran listrik ke proyek pertamina tersebut sudah mengalir dengan baik sementara aliran listrik kebeberapa desa sekitar masih sebatas tiang listrik masuk desa (ironis).
Jika kemudian ada pencurian minyak yang dilakukan oleh warga hanya untuk sesuap nasi hal itu sangat wajar terjadi, pemda tidak bisa menyalahkan warga secara sepihak harus ada studi kasus secara komprehensip untuk melihat latar belakang dibalik kejadian tersebut. Jangan hanya bisa mengeruk hasil bumi dan migas tanpa memperhatikan kesejahteraan warga sekitar.
Hal-hal yang harus di lakukan pemkab Musi Rawas adalah perbaiki akses jalan menuju desa-desa yang akses jalannya masih sangat buruk juga percepat proyek pembangunan listrik masuk desa. Trimakasih
IRONI DESA DIBALIK TAMAN SURGA YANG TERUS TERKERUK
Senin, 24 Januari 2011
Minggu, 23 Januari 2011
tentang gayus
Gayus tambunan akhir-akhir ini memang menyita banyak perhatian publik mulai dari mafia pajak sampai plesirannya ke bali dan beberapa negara lainnya. Tokoh sentral satu ini memang sedang ada dalam pusaran mafia-mafia kelas kakap. Ada apa dibalik kasus gayus tambunan yang berkepanjangan benerkah ada pihak yang sedang menyetir kasus ini hingga ia terus bergulir bak bola api yang terus menggelinding dan memakan banyak korban mulai dari oknum polisi nakal, pengacara cirus sinaga, oknum jaksa, sampai dengan seorang agen CIA yang sekarang jadi buronan interpol.
Jurus mabok gayus tambunan memang sedang menari-nari diatas angin hingga membuat yang melihat ikutan mabok atau siapapun tokoh yang terlibat dengan kasus tersebut mau tidak mau harus mengelus dada atau takut akan terbawa arus mega skandal ini.Sorry blognya gak dilanjut cos lg belajar ngeblog hehe
Jurus mabok gayus tambunan memang sedang menari-nari diatas angin hingga membuat yang melihat ikutan mabok atau siapapun tokoh yang terlibat dengan kasus tersebut mau tidak mau harus mengelus dada atau takut akan terbawa arus mega skandal ini.Sorry blognya gak dilanjut cos lg belajar ngeblog hehe
Langganan:
Postingan (Atom)